Hati-Hati Era Digital Bikin Anak Mudah Depresi, Segera Bangun Koneksi Di Dunia Nyata

Maminez.com. Hati-Hati Era Digital Bikin Anak dan Remaja Gampang Depresi, Segera Bangun Koneksi Di Dunia Nyata. Kemajuan era digital dan gencarnya penggunaan media sosial akhir-akhir ini memberikan banyak kemudahan pada anak-anak. Namun di sisi lain ada dampak negatif pun mulai muncul, salah satunya yaitu tingkat depresi pada anak semakin tinggi.

Anak-anak zaman now ternyata lebih rentan mengalami depresi dan gangguan kesehatan mental hal tersebut sebagai akibat penggunaan media sosial yang tidak diimbangi koneksi yang baik dengan orang tua maupun lingkungan di kehidupan nyata.

Hal tersebut diungkapkan oleh Marlon Morgan, Direktur Eksekutif Wellness Together, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kesehatan mental anak dan remaja usia sekolah di California, Amerika Serikat.

“Saya pikir anak zaman sekarang kewalahan menerima informasi namun kekurangan koneksi,”

Sejak 2007 hingga saat ini angka kasus bunuh diri pada anak usia 0-14 tahun terus mengalami peningkatan dua kali lipat. Marlon Morgan menyebutkan saat ini satu dari lima anak mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk depresi.

“Salah satu hal terbesar yang bisa kita lihat dengan meningkatnya penggunaan media digital adalah kurangnya interaksi bermakna di antara anak-anak dan hal itu dapat menyebabkan perasaan terisolasi yang lebih besar. Karena anak-anak kesulitan menjawab dua pertanyaan yang dihadapi setiap anak: ‘Siapa saya?’ dan ‘Apakah saya berharga?’” urai Marlon Morgan.

Untuk itu orang tua tidak boleh lengah. Jangan biarkan anak terlalu asyik dengan media sosial dan kehidupan di dunia maya. Ajak anak berinteraksi di dunia nyata. Jadilah tempat berkeluh kesah tanpa menghakimi anak. Pastikan mereka menghayati eksistensi dan mengetahui jati diri mereka di lingkungan tempat tinggal.

3 Kiat Membangun Koneksi dengan Anak di Era Digital

Berhadapan dengan media sosial yang begitu digandrungi anak-anak, orang tua perlu membekali diri dengan kemampuan untuk melakukan pendekatan terhadap anak. Sebab, kurangnya koneksi di dunia nyata menjadi hal yang paling sering memicu depresi pada anak.

Marlon Morgan memberikan tiga kiat yang bisa diterapkan orang tua agar tidak kehilangan koneksi dengan anak sebagai berikut.

1. Duduk, lihat, dan dengarkan.
Orang tua harus secara khusus mengatur waktu beberapa kali dalam seminggu untuk berinteraksi secara langsung dengan anak. Interaksi ini tidak bisa tergantikan dengan interaksi lewat media sosial atau ponsel. Cobalah ajak anak duduk bersama, mengobrol tentang apa pun.

Pandanglah mata anak ketika berbicara dan dengarkan semua keluh kesahnya. Cara ini akan meningkatkan rasa percaya anak terhadap orang tua sehingga mereka mau menceritakan masalah-masalah yang dialami tanpa ada yang disembunyikan.

2. Lakukan dialog, bukan diskusi.
Ingatlah bahwa anak akan menarik diri dengan cepat ketika mereka merasa Anda bukan sedang mendengarkan curhatannya, tetapi menghakimi dan mengatur. Jangan berusaha untuk “meluruskan” apa pun atau mengatur bagaimana seharusnya perasaan mereka.

3. Ciptakan pengalaman menyenangkan.
Ajak anak melakukan kegiatan berdua, tanpa ada gangguan dari orang lain dan jauhkan ponsel selama Anda menikmati kegiatan ini.

Misalnya dengan mengajak anak masak, melakukan kegiatan santai seperti nonton film, makan, atau berjalan-jalan di mall bersama. Momen berkualitas seperti ini akan menumbuhkan chemistry dan meningkatkan kepercayaan anak terhadap orang tuanya.

“Banyak anak merasa suara dan pendapat mereka tidak didengarkan dan mereka tidak berharga di hadapan orang tua. Cobalah meluangkan waktu untuk membiarkan mereka menceritakan apa saja yang dialaminya. Dan ketahuilah mereka tidak selalu membutuhkan seseorang untuk menyelesaikan masalah, tetapi hanya butuh didengarkan,” Marlon Morgan memperingatkan.

“Itu bisa menjadi hal besar untuk membuat mereka tahu betapa mereka penting dan sangat berharga,” tandas Marlon Morgan.

Nah, Mam apakah Anda pernah memiliki pengalaman berhadapan dengan anak yang lebih suka gadget ketimbang bermain di luar rumah?