by

Penting! Pelajari Panduan Gizi Anak Saat Diare

Maminez.com. Penting! Pelajari Panduan Gizi Anak Saat Diare. Diare merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang bayi dan anak, mudah sekali menular, dan diare juga menyebabkan anak cepat mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan hingga mengancam jiwa anak.

Ketika anak mengalami diare biasanya Mamz akan memberikan cairan oralit atau air putih hal itu karena anak pasti akan rewel karena kehausan.

Akan tetapi, kadang-kadang masih banyak orang tua kurang memahami makanan dan minuman apa yang sebaiknya diberikan pada anak yang diare sehingga berakibat pada penurunan status gizi anak setelah diare sembuh.

Nah, pada artikel kali ini, Maminez akan memberikan panduan gizi, apa saja yang bisa Anda berikan kepada buah hati selama menderita diare.

  1. Jangan sampai telat cairan oralit untuk mengganti cairan yang keluar setelah diare.

Anak yang mengalami diare sangat rentan dehidrasi. Anak yang mengalami dehidrasi ringan sedang akan terlihat kehausan, sebaliknya bila sudah mengalami dehidrasi berat maka ia menjadi malas minum. Cegah si kecil mengalami dehidrasi dengan memberikan oralit sekitar 10 ml/kg berat badan. Misal berat badannya 10 kg, maka ia perlu oralit 100 ml setiap diare. Bila si kecil muntah setelah minum oralit, tunda dulu sebentar lalu berikan kembali sedikit demi sedikit.

  1. Lanjutkan pemberian air susu ibu (ASI), Susu Formula Masih Kontroversial

Air susu ibu memiliki efek proteksi terhadap terjadinya diare. Saat si kecil diare, lanjutkan memberikan ASI Eksklusif. Kandungan laktosa yang terdapat dalam ASI tidak menyebabkan diare bertambah parah. Pemberian susu formula bebas laktosa saat sedang diare masih kontroversial, meski beberapa penelitian menunjukkan manfaat mengganti susu formula ke bebas laktosa saat sedang diare.

  1. Berikan makanan yang banyak mengandung cairan
Baca Juga :   Penasaran! 5 Makanan Ini Sebaiknya dikonsumsi Sebelum Bercinta

Bagi anak yang sudah mulai makan makanan padat, Mamz dapat memberikan makanan yang banyak mengandung air, seperti sup, yogurt, atau air kelapa. Pemberian buah segar (jus buah) tidak disarankan. Makanan yang mengandung tinggi kalium, seperti pisang juga bisa menjadi pilihan. Hindari memberikan minuman manis atau soda saat si kecil sedang diare.

  1. Berikan makanan dalam porsi kecil namun sering

Saat sedang diare nafsu makan mungkin juga menurun, tetapi asupan makanan yang masuk tetap harus diperhatikan. Saat diare, si kecil mungkin juga merasa mual atau muntah, berikan makanan dalam porsi lebih kecil yang lebih mudah diterima. Makanan dalam porsi kecil ini perlu diberikan lebih sering, misal tiap 3-4 jam, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi si kecil selama diare.

  1. Berikan makanan tinggi energi setelah sembuh dari diare

Hal ini, sangat penting agar ketika sembuh dari diari anak cepat pulih energinya dan dapat beraktiftas seperti sedia kala sesuai dengan perkembangan anak. Makanan yang mengandung energi tinggi antara lain : gandum, beras merah, telur dan daging rendah lemak, ikan, yogurt, dan kacang-kacangan

Panduan di atas direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia sehingga Mamz bisa yakin untuk menerapkannya saat anak mengalami diare. Jika diare sangat parah sampai anak mulai lemas dan malas minum, maka harus segera membawa anak untuk ditangani di fasilitas kesehatan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *