by

10 Cara Mencegah Penculikan Anak Oleh Orang Tak Dikenal

Maminez.com. 10 Cara Mencegah Penculikan Anak Oleh Orang Tak Dikenal. Hi, Mamz pada kesempatan kali ini, Maminez akan memberikan tips bagaimana cara mencegah penculikan anak oleh orang tak dikenal. 

Saat ini, kasus penculikan kerap terjadi pada anak dengan berbagai motif seperti meminta tebusan, eskploitasi anak, hingga alasan dendam pada orang tua.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan selaku orang tua yang tentunya ingin memberikan rasa aman kepada anak, dari berbagai hal buruk yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Salah satu cara yang efektif adalah dengan mengajarkan hal-hal sederhana sejak si kecil berusia 3 tahun, agar si anak mampu melakukan tidnakan preventif. Berikut ini beberapa tips mengajarkan anak untuk menjaga dirinya sendiri.

1. Sampaikan informasi sesederhana mungkin

Komunikasikan pesan secara sederhana dengan bahasa yang lugas. Ulangi pesan ini untuk memastikan bahwa si kecil telah mengerti. Mintalah anak agar juga menjelaskan pada boneka atau adiknya. Ini akan membuatnya merasa penting.

2. Sampaikan lewat permainan

Sejak usia tiga tahun, anak biasanya mulai suka mengajukan pertanyaan. Nah, manfaatkan masa ini untuk mengomunikasikan bagaimana mereka harus menjaga dirinya sendiri lewat permainan. Mamz dan si kecil bisa bergantian mengajukan pertanyaan.

Misalnya kita bertanya, “Bagaimana jika ada orang yang tidak dikenal ingin memberi Adik permen?” Si kecil mungkin akan menjawab “Mau”. Nah, pada saat itulah kita bisa menjelaskan bahwa tak semua orang baik. Ada yang berpura-pura baik dan kemudian berbuat jahat.

3. Berlatih berkata “Tidak!”

Kebanyakan anak diajarkan untuk sopan dan menurut kepada orang yang lebih tua. Itu dulu dan kini, zaman telah berubah. Ajaran ini tak sepenuhnya benar, karena pelaku kekerasan atau penculikan anak biasanya adalah orang dewasa yang pura-pura bertingkah sopan.

Jadi, ajarkan anak untuk berani mengatakan “Tidak” kepada orang yang tidak ia kenal, apalagi jika si kecil merasa tak nyaman berada di dekat orang tersebut.

Baca Juga :   Cara Mudah Membuat Slime dengan Bahan Sederhana dan Tersedia di Rumah

4. Biasakan untuk mengomunikasikan perasaannya

Berikan rasa aman dan nyaman kepada si kecil, selama mereka berada di dekat kita. Dengan demikian, ia dapat secara leluasa mengungkapkan semua yang ada di benak mereka. Yang tak kalah penting, seberapa pun pintarnya si kecil menjaga diri, ia tetaplah seorang anak.

5. Beritahu siapa orang yang bisa dimintai pertolongan

Jika Si Kecil sudah dibekali gadget ia mungkin bisa menghubungi keluarga atau nomor penting lain untuk dimintai bantuan. Namun, jika tidak dan ia dalam keadaan sendirian, tunjukkan pada anak siapa orang yang harus ia datangi segera ketika ada orang asing yang mencurigakan. Orang tersebut bisa satpam, polisi, penjaga toko, atau orang tua yang sedang membawa anak.

6. Punya kode yang harus diingat

Ada modus penculikan dengan menakuti-nakuti Si Anak agar panik dan terhasut ajakan penculik. Misalnya, dengan mengatakan ‘Mama tidak bisa jemput karena sedang sakit, jadi kamu diminta pulang sama Om/Tante’. Jika itu terjadi, tanyakan kode pada si penculik. Jika kodenya tidak sama, anak tak boleh pergi.

Nah, kode ini bisa Mamz sepakati dengan anak dan ditentukan kata-kata yang mudah ia ingat. Misalnya, nama binatang peliharaan, tanggal lahir anak, nama guru yang dikenal anak, dan sebagainya.

Ajari juga agar anak berani bertanya identitas orang yang memaksanya ikut pergi tersebut. Misal, ‘Kalau Om kenal Mama, apa alamat rumahku? Siapa nama lengkap Mama’ dan seterusnya.

7. Jalin kedekatan dengan guru dan orang tua murid yang lain

Jika Moms atau pengasuh berhalangan menjemput, anak harus memberitahukan pada guru. Moms juga demikian, jangan lupa sebelumnya menginformasikan pada guru di kelas maupun pada orang tua murid yang lain. Selain ikut menjaga, bukan tak mungkin ada orang tua murid yang bersedia mengantarkan Si Kecil pulang ke rumah dengan lebih aman dan selamat.

Baca Juga :   Penting! Pelajari Panduan Gizi Anak Saat Diare

8. Dalam kondisi terpaksa lakukan ini

Penculikan bisa saja terjadi dalam kondisi sekitar sedang ramai seperti di pusat perbelanjaan. Sebab untuk anak yang sudah bisa berlari ia tentu jarang betah berdiam lama dan ingin berjalan-jalan sendiri. Kalau sudah begini, Moms harus buat kesepakatan sebelum berangkat, bahwa anak tak boleh jauh-jauh dari Moms, selalu melihat dimana Moms berada, dan berteriak jika ada orang asing yang mengganggunya.

Dalam kondisi terpaksa anak juga diajari untuk berteriak, memanggil nama Mama, dan menangis. Tujuannya untuk mencari perhatian orang sekitar agar membantunya dan agar Moms sadar anak tengah menghadapi bahaya.

9. Hindari Baju Anak bertuliskan Namanya.

Para orang tua sering kali senang membuatkan baju bertuliskan nama sang anak. Siapa sangka, ternyata hal ini dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab untuk melakukan niat jahatnya dengan cara memangil nama sang anak tersebut. Anak cenderung percaya pada orang dewasa yang mengetahui dan memanggil nama mereka.

10. Jangan Pernah Titipkan Anak pada Orang Asing.

Meskipun hanya sebentar dan pergi ke tempat yang tidak jauh, jangan pernah sekalipun menitipkan anak kepada orang asing alias yang tidak dikenal asal usulnya. Lebih baik, anak dibawa daripada dititipkan kepada orang yang latar belakangnya tidak diketahui dengan jelas.

Ingat, kejahatan bisa terjadi dengan kesempatan yang kecil sekalipun. Adalah tugas kita sebagai orang tua untuk selalu menjaganya. Jangan sesekali membiarkan balita kita keluar rumah tanpa pengawalan orang dewasa

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *