by

Wow! 3 Hal Ini Membuat Risiko Kanker Payudara Meningkat, Tak Disangka Nomer 3 Ternyata…

Lampungway.com. Wow! 3 Hal Ini Membuat Risiko Kanker Payudara Meningkat, Tak Disangka Nomer 3 Ternyata….

Kanker payudara menjadi penyakit pembunuh nomor dua setelah penyakit jantung. Kanker payudara memiliki gejala yang paling banyak diketahui Mamz; yaitu munculnya benjolan pada area payudara hingga di puting, atau juga bagian ketiak yang berdekatan dengan buah dada.

Tapi tahukah Mamz, bahwa ternyata benjolan itu bukan satu-satunya gejala yang nampak dan harus diwaspada. Dilansir dari Prevention, benjolan yang timbul tersebut bukan early sign atau tanda awal dari penyakit berbahaya ini.

Ada beberapa tanda lain yang akan muncul pada tahap-tahap awal tumbuhnya sel kanker. Sayangnya, tanda tersebut datang terlalu ‘halus’ hingga banyak orang yang tidak menyadarinya.

Tanda-tanda pada tahap awal inilah yang memicu sel kanker namun tidak ditangani dengan cepat dan baik maka akan tumbuh semakin besar. Akarnya pun akan semakin kuat, sehingga sulit untuk diangkat.

Dalam rangka menyambut breast cancer awareness bulan Oktober ini, yuk kenali beberapa gejala kanker payudara lainnya yang belum banyak diketahui perempuan.

Timbul iritasi

Ada baiknya buat sahabat Maminez untuk mengenal tubuh Mamz sendiri, terutama area sekitar payudara. Rabalah, jika ada perbedaan kulit di satu titik dengan titik lainnya di area buah dada.

Salah satu tanda yang sering terlupakan banyak perempuan adalah munculnya iritasi pada kulit payudara. Selain iritasi, juga bisa muncul kulit kasar dan bersisik.

Timbul rasa sakit

Banyak perempuan atau Mamz yang mengabaikan rasa sakit pada kedua payudara. Memang, selama masa PMS, kehamilan, dan juga menopause, payudara akan terasa sakit.

Namun, jika rasa sakit tersebut tidak juga mereda, apa lagi timbul di luar masa-masa di atas, Mamz harus berhati-hati dan segeralah konsultasi ke dokter. Pasalnya, rasa sakit pada payudara yang tidak kunjung reda merupakan salah satu tanda awal munculnya sel kanker.

Baca Juga :   Resep Jus Sehat Pengganti Sarapan untuk Atasi Kegemukan

Begitu banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko munculnya penyakit kanker payudara, dan tidak semua perempuan paham akan faktor-faktor tersebut. Meskipun begitu, masyarakat umum sebenarnya sudah mengetahui apa saja faktor utama pemicu kanker payudara.

Seperti misalnya terlalu banyak minum minuman beralkohol, junk food, bahan kimiawi yang terdapat pada produk kecantikan, serta merokok.

Faktor keturunan juga termasuk dalam daftar tersebut. Banyak perempuan muda yang menemukan benjolan atau gejala kanker payudara lainnya dan setelah ditelusuri, ternyata mayoritas dari mereka memiliki ibu, ayah, atau kakek-neneknya yang juga sempat menderita kanker payudara.

Masih banyak hal lain yang bisa meningkatkan risiko kanker jenis ini. Dilansir dari Prevention, paling tidak ada 3 pemicu lainnya yang belum banyak dibahas.

Obesitas

Jangan kaget ya Mamz, berat badan ternyata menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko kanker payudara. Women’s Health Magazine menulis, obesitas bukan berarti orang gemuk. Namun, kondisi di mana seseorang terlalu gemuk bahkan kerap kali hingga sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Jarang Olah Raga

Jarang berolahraga juga bisa menjadi pemicu meningkatnya risiko jenis kanker yang juga bisa menyerang pria ini. Prevention menulis, beberapa studi menunjukkan olahraga bisa membantu mencegah terkena kanker, terutama bagi perempuan setelah menyentuh masa menopause.

Menunda kehamilan

Nah, ini Mamz yang bikin kaget, banyak orang Indonesia yang kini menunda kehamilan hingga beberapa tahun setelah menikah. Namun, ternyata menunda waktu memiliki anak termasuk ke dalam kelompok faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Memutuskan untuk memiliki anak saat usia di atas 30 tahun, tulis Prevention, bisa meningkatkan risiko terkena kanker ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 comments